Senin, 02 Januari 2017

Eko Cahyono, presenter sekaligus moderator unik di Malang Raya

Jagat Perpustakaan di Malang Raya pastinya tak akan asing dengan sosok yang satu ini, Eko Cahyono atau yang akrab disapa Mas Eko ini adalah pendiri Perpustakaan Anak Bangsa di Jabung Kabupaten Malang. Sosoknya yang ramah, cerdas dan mampu menarik perhatian ini sedang didaulat untuk menjadi presenter sekaligus moderator pada acara bedah buku yang diselenggarakan oleh Three GP Production, sebuah EO dalam pameran buku yang bertajuk Pesta Malang Sejuta Buku di Taman Krida bilangan Soekarno Hatta Malang. Gelaran Pesta Malang Sejuta Buku itu dibuka selama 7 hari sejak tanggal 29 Desember 2016 dan akan berakhir pada tanggal 4 Januari 2017. Selama gelaran itulah Eko Cahyono mampu membawakan acara bedah buku 2 sesi sampai 3 sesi sekaligus dalam sehari, selama itu pula Eko Cahyono harus merampungkan bedah buku dengan 20 penulis serta mengundang sekitar 20 komunitas yang berbeda-beda. Ini tentunya unik, karena jarang ada pembawa acara yang secara tujuh hari berturut-turut harus mampu menghidupkan suasana bedah buku supaya tidak garing. Apalagi Eko Cahyono juga tidak enggan untuk berkeliling mengatur tempat duduk, mempersilakan tamu yang datang sekaligus membawakan mikropon bagi peserta yang akan bertanya, bahkan sempat pula membagikan pizza kepada peserta pada saat bedah buku Pizza dari Surga kemarin (02/01). Empat tugas sekaligus dilakoni selama tujuh hari berturut-turut, itu masih belum termasuk tugas yang lain seperti pengedar undangan di medsos melalui Facebook dan Group WA. Alhasil dengan menampilkan penulis novel dan penulis puisi sebanyak 20 orang ini Eko Cahyono juga pintar meracik kelompok musik yang akan tampil di panggung. Kelompok musik itu mengiringi sekaligus menghibur pengunjung pada gelaran pesta buku tersebut. Gimana? unik bukan? ada presenter dan moderator sekaligus merangkap tugas lain-lain seperti Eko Cahyono?
Read More

Kamis, 24 November 2016

Kak Adit relawan Go Read di Kampus UNIRA Kepanjen

 Sosoknya pendiam, sopan dan bersahaja, namun jangan ditanya soal keuletan dan kerelaannya dalam bersosial. Adit Tiya Jaya Saputra, pengelola Omah Ilmu sekaligus relawan Go Read ini akhirnya bisa menembus birokrasi Kampus Universitas Raden Rahmat Kepanjen dalam menggalang donasi buku yang dia sebut sebagai SEDEKAH BUKU. Aksinya mengumpulkan sumbangan buku dari civitas kampus UNIRA ini mendapat respon setelah Adit memasukkan proposal Bank Buku yang dia sampaikan ke Rektor. Alhamdulillah, dalam tempo sebulan pihak kampus memberikan jawaban dan hal ini membuat Adit harus menyediakan tempat untuk donasi buku tersebut. Namun kontainer atau box plastik yang sudah disediakan oleh Go Read bisa menampung seluruh buku sumbangan. Buku-buku tersebut berhasil dikumpulkan dari dosen dan mahasiswa.

Read More

Minggu, 20 November 2016

Muzaki, relawan Go Read yang suka buka lapak

Tokoh muda yang satu ini patut diacungi jempol, ditengah kesibukannya mengajar di sekolah yang dikelola oleh yayasan Pondok Pesantren Assalam Rejoyoso Bantur, serta kesibukannya mengelola Perpustakaan Sekolah setempat nampaknya dia tetap berkarya dengan membuka lapak di sela-sela hari libur. Dengan membawa buku yang dimasukkan dalam kontainer plastik, pagi itu Muzaki berangkat ke Pondok Pesantren Assalam untuk membuka lapak yang menyediakan bacaan buku berbagai subyek. Jiwanya yang dekat dengan dunia pendidikan serta dunia keceriaan anak-anak rupanya telah membawa semangat yang beda dengan pemuda seusianya. Ketika libur pun dia rela membawa bukunya hanya untuk dibaca oleh santri di pondok. "Ini panggilan hati, puas rasanya jika anak-anak disini dapat membaca buku secara gratis, mudah dan sewaktu-waktu", paparnya disela-sela kesibukannya membuka lapak buku. 

Read More

Sabtu, 12 November 2016

Relawan Go Read ikut serta dalam seminar GLS

Dalam menggelorakan semangat literasi di bumi Malang, Perpustakaan Universitas Negeri Malang melaksanakan Seminar Nasional Gerakan Literasi Sekolah yang mengundang narasumber dari Kemendikbud Wien Muldian, Saiful Rachman dari Diknas Provinsi Jawa Timur, dan Titik Harsiati dari dosen Ilmu Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Dekan Fakultas Sastra UM, Prof. Utami Widiati, M.A. Ph.D. membuka kegiatan yang diikuti oleh 170 orang peserta yang terdiri dari guru, waka kurikulum, dan pengelola perpustakaan sekolah dari seluruh Indonesia ini. Saiful Rachman, memaparkan tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam K13 di Jawa Timur. Beliau menyampaikan bahwa mengingat pentingnya literasi, kemampuan berliterasi, dan tradisi literasi serta budaya literasi bagi individu, masyarakat, dan bangsa, maka literasi perlu ditanamkan, ditumbuhkembangkan, ditradisikan dan dibudayakan di semua lini pendidikan sehingga terbentuk tradisi budaya literasi yang mantap di satuan pendidikan terutama satuan pendidikan formal atau sekolah.

Selanjutnya Wien Muldian, menyampaikan materi tentang Penguatan Perpustakaan Sekolah sebagai Motor GLS. Dalam paparanya dijelaskan guru perlu memanfaatkan media pembelajaran dalam perpustakaan untuk menumbuhkan minat baca dan meningkatkan kecakapan literasi peserta didik. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah melaksanakan lomba-lomba terkait literasi. Senada dengan dua  pemateri sebelumnya, Titik Harsiati memaparkan tentang kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas. Literasi memiliki beberapa komponen diantaranya literasi dini, literasi dasar, literasi perpustakaan, literasi media, literasi teknologi dan literasi visual.

Read More